Cast
: Ok Taecyeon, Cho Jae Yeon, Im Yoona, Nichkhun, Kim Min Jun
Genre
: Romance, Sad, Marriage Life
“Aku
mohon, lihatlah aku disini” – Cho Jae Yeon
“Jangan
pergi, Aku mohon maafkan aku” – Ok Taecyeon
“Lupakan,
disini aku untukmu” – Nichkhun
‘Kau
tampan tuan.. Tuhan.. akhirnya aku bisa merasakan dekapan hangat namja ini
lagi. Entah kapan aku selalu merindukan bau pinis dari namja ini. Tuhan aku
takut’ Jae Yeon masih betah melihat Taecyeon yang masih tertidur pulas
disampingnya. Perlahan tangan Jae Yeon terangkat menyentuh alis suaminya
‘seberapa mempesonanya lagi kau tuan hem? Alismu, matamu, hidungmu, dan
bibirmu’ puja Jae Yeon sambil menelisuri alis, mata, hidung, bibir Taecyeon
dengan jari lentiknya. ‘tidak, kau harus sadar Jae Yeon-ah.. dia bukan milikmu’
perlahan jarinya menjaui wajah sang suami saat dirinya menyadari
kenyataan~Taecyeon bukan miliknya
“kenapa
berhenti?” ujar Taecyeon dengan mata yang masi terpejam.
“Aku
suka kau membelai wajahku” Jae Yeon memih mematung akibat Taecyeon yang bangun
tiba-tiba
“kau
semakin cantik saat pipimu bersemu Jae Yeon-ah” Taecyeon menyentuh lembut pipi
Jae Yeon yang memerah menahan malu
“mandilah.
Aku siapkan sarapan” ujar Jae Yeon
“wae?”
tanyanya lagi saat Jae Yeon hendak pergi setelah memakai kaos Taecyeon
“morning
kiss?” pinta Taecyeon dengan wajah mesumnya
“Ck,
bahkan kita menikah bukan karna cinta. Berhentilah berbuat baik. Cepat atau
lambat kau akan pergi” Taecyeon hanya mematung mendengar ucapan Jae Yeon.
Oo0000ooo00
“Kau
kenapa?” tanya Min Jun heran
Setelah
pulang dari kantornya Taecyeon tidak langsung kembali ke apartemennya. Entahlah
dia tidak ingin. Sekarang dia berada diapartemen milik sahabatnya~Kim Min Jun
“yaa..
berhentilah.. kau sudah mabuk Taecyeon-ah”
“hyung..
aku tidak suka dia berkata seperti itu. Rasanya sakit” rancau Taecyeon dengan
kesadaran yang hamper hilang
“siapa?
Yoona animyeon istrimu?” tanya Min Jun lagi tapi tak ada suara dari Taecyeon
“kau
kacau sekali Taecyeon-ah.. bahkan lebih kacau saat Yoona pergi ke Jepang”
prihatin Min Jum melihat Taecyeon yang sudah terlelap akibat alcohol
Ahhh
“oh,,
kau sudah bangun?” tanya Min Jun didepan pintu kamarnya. “Minumlah” lanjutnya
menyodorkan segelas air dan obat pengilang mabuk
“Jae
Yeon menghubungimu” Taecyeon langsung bereaksi mendengan nama yeoja yang
membuatnya kacau itu
“apa
yang kalian bicarakan?” sengit Taecyeon
“wow..
aku hanya menjawab pertenyaannya kalau kau sedang tidur diapartemenku” Taecyeon
masi menatap tajam kea rah Min Jun “ku rasa dia mengkhawatirkanmu” lanjutnya
lagi sambil berlalu pergi dari kamar tanpa mengindahkan tatapan tajam Taecyeon
“ah ya jangan lupa nanti malam acara peresmian hotel baru kita dan istrimu bilang dia akan pergi k…”
“pergi?”
ulang Taecyeon tanpa mengindahkan ucapan Min Jun berlalu pergi dengan raut muka
ketakutan
#Jae
Yeon
‘Syukurlah
dia ada diapartemen Min Jun oppa, aku kira.. Yaa Jae Yeon-ah kau takut suamimu
itu menghabiskan malam dengan kekasihnya ha?’
Drrrtt
drrttt
“yeob…”
“1
langkah kau keluar dari sana kau akan tahu akibatnya tuuttt” ‘dia kenapa?
Tiba-tiba menghubungiku dan bicara seperti itu?’ alisku terangkat heran
mendengar omongannya. Hai aku harus kesupermarket dan pula aku tidak punya gaun
yang harus aku kenakan malam nanti. Haruskah aku pergi?. Oke lebih baik
membersihkan apartemen ini daripada suamimu mengamuk seperti tadi malam Jae
Yeon-ah
Brakk
Bunyi
dentuman keras pintu yang terbuka dan disusul derap langkakah kaki seseorang
mengintrupsi kegiatanku membereskan kamar Taecyeon
“Jae
Yeon-ah“ Kenapa dia harus berteriak
“yak
kau kenapa?” tanyaku heran melihat penampilannya pagi ini. Kemeja kusut yang
sudah keluar dari tempatnya tanpa dasi, jas yang kemaren pagi dia kenakan
digenggamnya. Dan jangan lupakan nafasnya yang memburu
Grepp
Aku
mematung saat Taecyeon memelukku tiba-tiba. Terdengar helaan nafasnya ‘dia
kenapa’ ingin sekali aku bertanya tapi aku rasa dia butuh menormalkan nafasnya
terlebih dahulu. Dengan ragu ku balas pelukannya
#Taecyeon
Aku
ketakutan saat Min Jun hyung bilang istriku akan pergi. Kupacu mobilku dengan
kecepatan penuh berkali-kali umpatan terdengar dari pengemudi lain saat aku
menyalip mereka. Persetan, aku harus cepat sampai sebelum istriku pergi.
Setelah
memarkirkan mobil aku berlari kesetanan menuju apartemen. Dan untuk pertama
kalinya aku merutuki diriku memilih apartemen lantai 20. Sial kenapa lift ini
seperti siput
Brakk
“Jae
Yeon-ah “ sepi.. dia pergi. Tidak. Jangan
“yak
kau kenapa?” Tuhan.. dia ada dengan pakaian tidur Winnie the pooh kesukaannya.
Dia tidak pergi. Tanpa piker panjang ku langkahkan kakiku kerahanya
Greep
‘kau
tahu aku sulit bernafas Jae Yeon-ah dan saat melihatmu nafasku semakin mudah’
kehembuskan nafas legaku saat menghirup aroma coklat yang menguar dari cekungan
lehernya
“kau
kenapa” tanyanya lagi setelah aku melepaskan pelukanku
“kau
akan peri?” tolong jangan
“yah..
aku akan pergi kesupermarket”
“supermarket?”
ulangku bingung
“yah..
persediaan kita sudah habis” jelas Jae Yeon dengan muka kebingungan. Sialan ku
Min Jun hyung !
“yeonb..”
“yak..
sialan kau hyung !! tunggu nanti tuttt” kumatikan telponku secara sepihak.
Dasar sialan kau hyung makiku
“eodi?”
tanyaku saat melihat Jae Yeon sudah rapih dengan dress selututnya
“supermarket..
tidak ada yang bisa aku masak untuk sarapan”
“tunggu
aku” ucapku sambil berlalu ke kamar mandi. Yah aku putuskan untuk mengikutinya,
aku takut dia pergi
oooo000ooo
“Taecyeon-ah”
suara Jae Yeon rendah memanggil Taecyeon yang memunggunginya
“…”
“bagaimana?”
tanya Jae Yeon hati-hati karena Taecyeon hanya menatap lurus penampilannya
“ayo
pergi” ucap Taecyeon setelah sadar dari kekagumannya melihat penampilan
istrinya
Jae
Yeon merasa gugup mendapat tatapan dari banyak orang saat dia dan suaminya
memasuki lobby hotel yang baru diresmikan itu. Dan semakin gugup saat tangan
kekar Taecyeon melingkar erat dipinggang rampingnya. Oh.. jangan lupakan
jantung Jae Yeon yang semenjak keluar dari kamarnya.
“oh..
wasso? Wahh kau sangat canti Jae Yeon-ah” puji Min Jum membuat Jae Yeon tersipu
“Nichkhun
oppa eodi?” tanya Jae Yeon mengalihkan kegugupannya
“aku
disini sayang..” suara lembut Nichkhun mengalun indah dibelakang meraka.
Mendengar nada lembut dan kata ‘sayang’ membuat telinga Taecyeon panas.
“kau
cantik sekali.. bodohnya kau meninggalkanmu dulu” ucap Nichkhun sambil menatap
Jae Yeon penuh penyesalan dan dibalas senyuman manis oleh yeoja itu
“itu
dulu hyung, sekarang dia miliku” kata Taecyeon sengit
“arraso,,
tapi aku akan selalu ada untukmu Jae-ah..”
“yak
Nickhun.. berhentilah menggoda Taecyeon sebelum acara ini beralih fungsi
menjadi arena tinju” canda Min Jun saat menyadari suasana sudah memanas
‘dia
sungguh-sungguh ingin merebut milikku hyung’ sungut Taecyeon dalam hati dan
semakin merapatkan tubuhnya dengan Jae Yeon yang hanya menunduk
“ada
apa dengan tanganmu dipinggang yeoja itu tuan ok?” suara lembut yeoja
mengintrupsi suasana tegang diantara mereka.
“oh
Yoona-ah” sapa Min Jun canggung. Ada apa lagi ini Tuhan… frustasi Min Jun dalam
hati
Taecyeon
yang menyadari kehadiran sang kekasih segera melepaskan tangannya dari pinggang
ramping Jae Yeon
“bogoshipo”
Yoona menghambur kedalam pelukan Taecyeon
#Jae
Yeon
“oh
Yoona-ah”
Deg
‘Tuhan…
kenapa rasanya sakit saat dia melepaskan pelukannya dipinggangku? Rasanya lebih
sakit daripada saat terakhir kali aku melihatnya bercumbu dikantornya
“bogoshipo” ‘Tuhan… kenapa seakan aku tak rela melihatnya
memeluk yeoja lain’ jerit Jae Yeon dalam hati
“oh
annyong Jae yeon-ssi… kita sering bertemu tapi kita belum sempat berkenalan”
dia tersenyum. “aku Yoona. Im Yoona” aku menjabat uluran tangannya
“Jae
Yeon. Cho Jae Yeon” mati-matian aku menghalau air mataku. Setelah melepaskan
tautan tangan kita Yoona kembali menggandengan tangan suamiku dengan manja
‘Tuhan’
“ehm…
Yoona bukankah kau ada di Jepang?” tanya Min Jun oppa. Mungkin dia menyadari
suasana canggung sekarang. Kulihat Taecyeon hanya diam dan Nichkhun oppa yang
emm.. Manahan marah. Nichkhun oppa melihatku dengan tatapan meneliti ‘nan
kwenchana’ aku menatapnya dalam. Aku tahu dia tidak percaya kalau aku baik-baik
saja sekarang
“yah..
pekerjaanku selesai lebih cepat. Dan aku ingat sekarang pembukaan hotel baru
Taecyeon oppa makannya aku memutuskan untuk kesini” jelas Yoona membuat
tatapanku dengan Nichkhun oppa terputus
‘jadi
dia memberitahu Yoona sedangkan aku diberitahu orang lain?’ senyumku
mengembang. Bodoh !
“oppa
ayo kita berdansa sudah waktunya acara dansa” Yoona menarik tangan suamiki.
Tuhan kenapa rasa tak rela itu hadir kembali. Sepasang mata Taecyeon masi
menatapku dengan tatapan tajamnya.
“kwenchana?”
Min Jun oppa memastikan keadaanku
“ne.
Nan kwenchana”
“cih..
kau buruk sebagai artis Jae. Lihatlah bahkan kau semakin buruk dengan suara
bergetarmu itu” sungut Nichkhun oppa mendengar suaraku yang bergetar. Dia selalu
tahu akan diriku.
Tubuhku
menegang melihat pemandangan didepan sana. Tuhan jagan, tolong.. aku tidak tahu
apa yang terjadi setelahnya, Nichkhun oppa menghalangi pemandangan didepanku
dengan tubuh tegapnya. Sedetik kemudian tubuhku sudah masuk kedalam pelukannya
dengan tangis yang memilukan. Malang sekali hidupmu Jae Yeon-ah
#Taecyeon
Yoona
membawaku kelantai dansa. Entahlah apa yang tengah aku lakukan. Aku tidak
menikmati saat aku mersamanya, karna yang ada dalam pikiranku hanya yeoja
itu~istriku. Aku terus menatapnya memastikan perasaannya. Tuhan.. mata indahnya
memerah lagi. Dan aku yakin sebentar lagi sepasang mata indah itu akan
mengeluarkan air mata kepedihan. Mian bisikku dalam hati
Tiba-tiba
tangan Yoona memegang rahangku dan mengalihkan tatapanku padanya. Sedetik
setelahnya aku merasakan material lembut menyentuh bibirku. Jae Yeon. Satu nama
yang ada difikiranku sekarang. Darahku mendidih saat melihat Nichkhun hyung
memeluk Jae Yeon dengan erat. Entah apa yang aku lakukan, harusnya aku pergi dan
memisahkan pelukan mereka bukan membalas ciuman Yoona dan menutup mata.
“Jae
Yeon eodi?” tanyaku pada Min Jun hyung saat kami kembali dari lantai dansa
“Kau
gila! Sinting” teriak Min Jun hyung “kau brengsek taecyeon-ah. Kau mencumbu
yeoja lain didepan istrimu sendiri! Seberapa brengsek lagi kau” yah aku
brengsek hyung. Mian
“Jae
Yeon eodi ?” tanyaku lagi dengan nada tinggi. Entahlah aku tidak bisa berfikir
bahkan aku tidak memikirkan perasaan Yoona sekarang
“Chukae..
cepatlah kau nikahi yeoja itu. Kau bebas. Jae Yeon pergi”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar