Sabtu, 09 Juli 2016

I'll Be Ok (Part 4)





Cast : Ok Taecyeon, Cho Jae Yeon, Im Yoona, Nichkhun, Kim Min Jun
Genre : Romance, Sad, Marriage Life




“Aku mohon, lihatlah aku disini” – Cho Jae Yeon
“Jangan pergi, Aku mohon maafkan aku” – Ok Taecyeon
“Lupakan, disini aku untukmu” – Nichkhun



‘Kau tampan tuan.. Tuhan.. akhirnya aku bisa merasakan dekapan hangat namja ini lagi. Entah kapan aku selalu merindukan bau pinis dari namja ini. Tuhan aku takut’ Jae Yeon masih betah melihat Taecyeon yang masih tertidur pulas disampingnya. Perlahan tangan Jae Yeon terangkat menyentuh alis suaminya ‘seberapa mempesonanya lagi kau tuan hem? Alismu, matamu, hidungmu, dan bibirmu’ puja Jae Yeon sambil menelisuri alis, mata, hidung, bibir Taecyeon dengan jari lentiknya. ‘tidak, kau harus sadar Jae Yeon-ah.. dia bukan milikmu’ perlahan jarinya menjaui wajah sang suami saat dirinya menyadari kenyataan~Taecyeon bukan miliknya
“kenapa berhenti?” ujar Taecyeon dengan mata yang masi terpejam.
“Aku suka kau membelai wajahku” Jae Yeon memih mematung akibat Taecyeon yang bangun tiba-tiba
“kau semakin cantik saat pipimu bersemu Jae Yeon-ah” Taecyeon menyentuh lembut pipi Jae Yeon yang memerah menahan malu
“mandilah. Aku siapkan sarapan” ujar Jae Yeon
“wae?” tanyanya lagi saat Jae Yeon hendak pergi setelah memakai kaos Taecyeon
“morning kiss?” pinta Taecyeon dengan wajah mesumnya
“Ck, bahkan kita menikah bukan karna cinta. Berhentilah berbuat baik. Cepat atau lambat kau akan pergi” Taecyeon hanya mematung mendengar ucapan Jae Yeon.


Oo0000ooo00

“Kau kenapa?” tanya Min Jun heran
Setelah pulang dari kantornya Taecyeon tidak langsung kembali ke apartemennya. Entahlah dia tidak ingin. Sekarang dia berada diapartemen milik sahabatnya~Kim Min Jun
“yaa.. berhentilah.. kau sudah mabuk Taecyeon-ah”
“hyung.. aku tidak suka dia berkata seperti itu. Rasanya sakit” rancau Taecyeon dengan kesadaran yang hamper hilang
“siapa? Yoona animyeon istrimu?” tanya Min Jun lagi tapi tak ada suara dari Taecyeon
“kau kacau sekali Taecyeon-ah.. bahkan lebih kacau saat Yoona pergi ke Jepang” prihatin Min Jum melihat Taecyeon yang sudah terlelap akibat alcohol

Ahhh
“oh,, kau sudah bangun?” tanya Min Jun didepan pintu kamarnya. “Minumlah” lanjutnya menyodorkan segelas air dan obat pengilang mabuk
“Jae Yeon menghubungimu” Taecyeon langsung bereaksi mendengan nama yeoja yang membuatnya kacau itu
“apa yang kalian bicarakan?” sengit Taecyeon
“wow.. aku hanya menjawab pertenyaannya kalau kau sedang tidur diapartemenku” Taecyeon masi menatap tajam kea rah Min Jun “ku rasa dia mengkhawatirkanmu” lanjutnya lagi sambil berlalu pergi dari kamar tanpa mengindahkan tatapan tajam Taecyeon “ah ya jangan lupa nanti malam acara peresmian hotel baru kita dan  istrimu bilang dia akan pergi k…”
“pergi?” ulang Taecyeon tanpa mengindahkan ucapan Min Jun berlalu pergi dengan raut muka ketakutan

#Jae Yeon
‘Syukurlah dia ada diapartemen Min Jun oppa, aku kira.. Yaa Jae Yeon-ah kau takut suamimu itu menghabiskan malam dengan kekasihnya ha?’
Drrrtt drrttt
“yeob…”
“1 langkah kau keluar dari sana kau akan tahu akibatnya tuuttt” ‘dia kenapa? Tiba-tiba menghubungiku dan bicara seperti itu?’ alisku terangkat heran mendengar omongannya. Hai aku harus kesupermarket dan pula aku tidak punya gaun yang harus aku kenakan malam nanti. Haruskah aku pergi?. Oke lebih baik membersihkan apartemen ini daripada suamimu mengamuk seperti tadi malam Jae Yeon-ah

Brakk
Bunyi dentuman keras pintu yang terbuka dan disusul derap langkakah kaki seseorang mengintrupsi kegiatanku membereskan kamar Taecyeon
“Jae Yeon-ah“ Kenapa dia harus berteriak
“yak kau kenapa?” tanyaku heran melihat penampilannya pagi ini. Kemeja kusut yang sudah keluar dari tempatnya tanpa dasi, jas yang kemaren pagi dia kenakan digenggamnya. Dan jangan lupakan nafasnya yang memburu
Grepp
Aku mematung saat Taecyeon memelukku tiba-tiba. Terdengar helaan nafasnya ‘dia kenapa’ ingin sekali aku bertanya tapi aku rasa dia butuh menormalkan nafasnya terlebih dahulu. Dengan ragu ku balas pelukannya

#Taecyeon
Aku ketakutan saat Min Jun hyung bilang istriku akan pergi. Kupacu mobilku dengan kecepatan penuh berkali-kali umpatan terdengar dari pengemudi lain saat aku menyalip mereka. Persetan, aku harus cepat sampai sebelum istriku pergi.
Setelah memarkirkan mobil aku berlari kesetanan menuju apartemen. Dan untuk pertama kalinya aku merutuki diriku memilih apartemen lantai 20. Sial kenapa lift ini seperti siput

Brakk
“Jae Yeon-ah “ sepi.. dia pergi. Tidak. Jangan
“yak kau kenapa?” Tuhan.. dia ada dengan pakaian tidur Winnie the pooh kesukaannya. Dia tidak pergi. Tanpa piker panjang ku langkahkan kakiku kerahanya
Greep
‘kau tahu aku sulit bernafas Jae Yeon-ah dan saat melihatmu nafasku semakin mudah’ kehembuskan nafas legaku saat menghirup aroma coklat yang menguar dari cekungan lehernya
“kau kenapa” tanyanya lagi setelah aku melepaskan pelukanku
“kau akan peri?” tolong jangan
“yah.. aku akan pergi kesupermarket”
“supermarket?” ulangku bingung
“yah.. persediaan kita sudah habis” jelas Jae Yeon dengan muka kebingungan. Sialan ku Min Jun hyung !
“yeonb..”
“yak.. sialan kau hyung !! tunggu nanti tuttt” kumatikan telponku secara sepihak. Dasar sialan kau hyung makiku
“eodi?” tanyaku saat melihat Jae Yeon sudah rapih dengan dress selututnya
“supermarket.. tidak ada yang bisa aku masak untuk sarapan”
“tunggu aku” ucapku sambil berlalu ke kamar mandi. Yah aku putuskan untuk mengikutinya, aku takut dia pergi

oooo000ooo
“Taecyeon-ah” suara Jae Yeon rendah memanggil Taecyeon yang memunggunginya
“…”
“bagaimana?” tanya Jae Yeon hati-hati karena Taecyeon hanya menatap lurus penampilannya
“ayo pergi” ucap Taecyeon setelah sadar dari kekagumannya melihat penampilan istrinya

Jae Yeon merasa gugup mendapat tatapan dari banyak orang saat dia dan suaminya memasuki lobby hotel yang baru diresmikan itu. Dan semakin gugup saat tangan kekar Taecyeon melingkar erat dipinggang rampingnya. Oh.. jangan lupakan jantung Jae Yeon yang semenjak keluar dari kamarnya.
“oh.. wasso? Wahh kau sangat canti Jae Yeon-ah” puji Min Jum membuat Jae Yeon tersipu
“Nichkhun oppa eodi?” tanya Jae Yeon mengalihkan kegugupannya
“aku disini sayang..” suara lembut Nichkhun mengalun indah dibelakang meraka. Mendengar nada lembut dan kata ‘sayang’ membuat telinga Taecyeon panas.
“kau cantik sekali.. bodohnya kau meninggalkanmu dulu” ucap Nichkhun sambil menatap Jae Yeon penuh penyesalan dan dibalas senyuman manis oleh yeoja itu
“itu dulu hyung, sekarang dia miliku” kata Taecyeon sengit
“arraso,, tapi aku akan selalu ada untukmu Jae-ah..”
“yak Nickhun.. berhentilah menggoda Taecyeon sebelum acara ini beralih fungsi menjadi arena tinju” canda Min Jun saat menyadari suasana sudah memanas
‘dia sungguh-sungguh ingin merebut milikku hyung’ sungut Taecyeon dalam hati dan semakin merapatkan tubuhnya dengan Jae Yeon yang hanya menunduk
“ada apa dengan tanganmu dipinggang yeoja itu tuan ok?” suara lembut yeoja mengintrupsi suasana tegang diantara mereka.
“oh Yoona-ah” sapa Min Jun canggung. Ada apa lagi ini Tuhan… frustasi Min Jun dalam hati
Taecyeon yang menyadari kehadiran sang kekasih segera melepaskan tangannya dari pinggang ramping Jae Yeon
“bogoshipo” Yoona menghambur kedalam pelukan Taecyeon

#Jae Yeon
“oh Yoona-ah”
Deg
‘Tuhan… kenapa rasanya sakit saat dia melepaskan pelukannya dipinggangku? Rasanya lebih sakit daripada saat terakhir kali aku melihatnya bercumbu dikantornya
“bogoshipo”  ‘Tuhan… kenapa seakan aku tak rela melihatnya memeluk yeoja lain’ jerit Jae Yeon dalam hati
“oh annyong Jae yeon-ssi… kita sering bertemu tapi kita belum sempat berkenalan” dia tersenyum. “aku Yoona. Im Yoona” aku menjabat uluran tangannya
“Jae Yeon. Cho Jae Yeon” mati-matian aku menghalau air mataku. Setelah melepaskan tautan tangan kita Yoona kembali menggandengan tangan suamiku dengan manja ‘Tuhan’
“ehm… Yoona bukankah kau ada di Jepang?” tanya Min Jun oppa. Mungkin dia menyadari suasana canggung sekarang. Kulihat Taecyeon hanya diam dan Nichkhun oppa yang emm.. Manahan marah. Nichkhun oppa melihatku dengan tatapan meneliti ‘nan kwenchana’ aku menatapnya dalam. Aku tahu dia tidak percaya kalau aku baik-baik saja sekarang
“yah.. pekerjaanku selesai lebih cepat. Dan aku ingat sekarang pembukaan hotel baru Taecyeon oppa makannya aku memutuskan untuk kesini” jelas Yoona membuat tatapanku dengan Nichkhun oppa terputus
‘jadi dia memberitahu Yoona sedangkan aku diberitahu orang lain?’ senyumku mengembang. Bodoh !
“oppa ayo kita berdansa sudah waktunya acara dansa” Yoona menarik tangan suamiki. Tuhan kenapa rasa tak rela itu hadir kembali. Sepasang mata Taecyeon masi menatapku dengan tatapan tajamnya.
“kwenchana?” Min Jun oppa memastikan keadaanku
“ne. Nan kwenchana”
“cih.. kau buruk sebagai artis Jae. Lihatlah bahkan kau semakin buruk dengan suara bergetarmu itu” sungut Nichkhun oppa mendengar suaraku yang bergetar. Dia selalu tahu akan diriku.
Tubuhku menegang melihat pemandangan didepan sana. Tuhan jagan, tolong.. aku tidak tahu apa yang terjadi setelahnya, Nichkhun oppa menghalangi pemandangan didepanku dengan tubuh tegapnya. Sedetik kemudian tubuhku sudah masuk kedalam pelukannya dengan tangis yang memilukan. Malang sekali hidupmu Jae Yeon-ah

#Taecyeon
Yoona membawaku kelantai dansa. Entahlah apa yang tengah aku lakukan. Aku tidak menikmati saat aku mersamanya, karna yang ada dalam pikiranku hanya yeoja itu~istriku. Aku terus menatapnya memastikan perasaannya. Tuhan.. mata indahnya memerah lagi. Dan aku yakin sebentar lagi sepasang mata indah itu akan mengeluarkan air mata kepedihan. Mian bisikku dalam hati
Tiba-tiba tangan Yoona memegang rahangku dan mengalihkan tatapanku padanya. Sedetik setelahnya aku merasakan material lembut menyentuh bibirku. Jae Yeon. Satu nama yang ada difikiranku sekarang. Darahku mendidih saat melihat Nichkhun hyung memeluk Jae Yeon dengan erat. Entah apa yang aku lakukan, harusnya aku pergi dan memisahkan pelukan mereka bukan membalas ciuman Yoona dan menutup mata.
“Jae Yeon eodi?” tanyaku pada Min Jun hyung saat kami kembali dari lantai dansa
“Kau gila! Sinting” teriak Min Jun hyung “kau brengsek taecyeon-ah. Kau mencumbu yeoja lain didepan istrimu sendiri! Seberapa brengsek lagi kau” yah aku brengsek hyung. Mian
“Jae Yeon eodi ?” tanyaku lagi dengan nada tinggi. Entahlah aku tidak bisa berfikir bahkan aku tidak memikirkan perasaan Yoona sekarang
“Chukae.. cepatlah kau nikahi yeoja itu. Kau bebas. Jae Yeon pergi”


Tidak ada komentar: