Cast
: Ok Taecyeon, Cho Jae Yeon, Im Yoona, Nichkhun, Kim Min Jun
Genre
: Romance, Sad, Marriage Life
1
bulan berlalu setelah kejadian itu. Tidak ada yang berubah, Jae Yeon masih
berperan menjadi istri yang baik. Membersihkan rumah, memasak, menyiapkan
pakaian suaminya, bahkan setiap jam makan siang bekal makan siang selalu
tersaji dimeja kantor Taecyeon. Dan Taecyeonpun tidak berubah, selalu bertemu
dan bercumbu dengan pacarnya dimanapun. Bukan dikantor atau diapartemen
mewahnya. Entahlah
Itu menurut Jae Yeon. Bukan menurut Taecyeon,
baginya semua berubah bahkan lebih buruk dari hari pertama pernikahannya dengan
Jae Yeon. Memang Jae Yeon masih menyiapkan segala kebutuhannya tapi tanpa
senyuman dan mata indahnya lagi. Dan itu rasanya aneh bagi Taecyeon.
“aku
ingin bicara denganmu”
“cangkaman..
aku membersihkan meja makan dulu” langkah Jae Yeon terhenti saat tangan kekar
Taecyeon menggenggam erat lengannya
“hufffttt…
ok kita bicara” Jae Yeon mengikuti langkah Taecyeon kea rah balkon apartemennya
#Jae
Yeon
‘Sebenarnya
dia mau bicara apa? Sudah 10 menit kita berdiri disini dan dia belum bicara
sepatah katapun.. huufftt oke aku sudah tak tahan lagi. Aku pergi’ kulangkahkan
kakiku untuk masuk kedalam apartemen lagi
“kau
berubah” kuhentikan langkahku saat dia mengucapkan kalimat itu
“berubah?”
aku membeo dengan kening yang berkerut bingung
“yah..
kau lebih suka diam, menurut, dan melamun” kerutan dikeningku semakin dalam mendengar
kata-katanya.
“maukah
kau memperbaiki semuanya? Pernikahan kita?” deg jantungku berhenti sesaat. Ada
apa ini? Batinku bermonolog
“bukankah
pernikahan kita baik-baik saja? Apa aku salah lagi?” tanyaku
“yah..
pernikahan kita baik tapi penuh dengan kebohongan”
“…”
aku bingung harus menjawab seperti apa
“maukah
kau memperbaiki semuanya?” tanyanya lagi
“apa
kau mencintaiku?” entahlah kenapa aku tiba-tiba bertanya seperti itu.. lihat
bahkan dia tak bisa menjawab pertanyaanku. Hai.. rasanya omongkosong memperbaiki
tanpa ikatan
“sudahlah..
lupakan, biarlah seperti ini. Kita akan berpisah saat yeojachingumu itu sudah
mau menikah” yah.. mungkin itu kepetusan yang tepat. Bagaimanapun aku akan
berakhir seperti sampah tuan.
“setidaknya
kita bisa berteman” bukan ide yang buruk kurasa,, tapi aku takut
“bagaimana?”
tanyanya lagi dengan mata yang berbinar indah. Hai Jae Yeon perhatikan matamu
omelku dalam hati
“oke..”
sambil berlalu dari hadapannya.
1
minggu berlalu dan kehidupan diapartemen mewah itu semakin terasa. Teriakan,
tawa bahkan terkadang makinan terdengar dipenjuru apartemen ini. Siapa lagi
kalau bukan ulah Taecyeon yang membuat emosi Jae Yeon meningkat. Seperti
sekarang
“sialan
kau Taecyeon ! aku sudah membersihkannya dank au mengotori lagi” maki Jae Yeon
saat melihat ruang televise penuh dengan kulit kacang yang Taecyeon makan
“mian.
Nanti aku bersihkan” balas Taecyeon sekenanya karna dia masih memfokuskan
matanya layar lebar didepannya
“aissshhh”
sungut Jae Yeon dan berlalu meninggalkannya
Hari
semakin petang, Jae Yeon keluar dari kamarnya setelah membersihkan diri. Yah
dia tertidur setelah mengomeli Taecyeon. ‘Tumben sekali manusia itu ada
diapartemen disaat hari libur’ heran Jae Yeon dalam hati
“huftt..
lihatlah kelakuanmu tuan. Kau bilang akan membersihkan kulit-kulit sialan ini?
Dan kau tertidur dengan nyenyaknya? Ckckck” sungut Jae Yeon sambil membersihkan
kulit kacang yang berserakan
#Taecyeon
‘ahh..
sudah sore ternyata.. ini tidur siangku
pertama kalinya setelah sekian lama aku tak tidur siang.. rasanya nyaman
sekali’ aku masih bermalas-malasan diatas sofa
“huftt..
lihatlah kelakuanmu tuan. Kau bilang akan membersihkan kulit-kulit sialan ini?
Dan kau tertidur dengan nyenyaknya? Ckckck” ‘oh astaga aku lupa’ seketika aku
membuka mataku saat sadar akan ucapan Jae Yeon
‘dia
lucu sekali saat bibir mungilnya itu mengeluarkan sumpah serapahnya’ aku masih
betah memandangi wajahnya. Entahlah sejak kapan aku suka memandangi wajah
mungil Jae Yeon
“berhentilah
mengomel” kataku
“ommo..
yak kau mengejuttkanku tuang !” sungutnya sesaat setalah sadar dari
keterkejutannya
Hahahhaahha
tawaku meledak melihatnya terjengkit hinggah terjatuh dengan mata yang nyaris
keluar
“yak..
berhenti tertawa bodoh” ucapnya lagi sambil berlalu meninggalkanku dengan muka
memerah menahan malu
00ooo00
“Taecyeon
makan ma..” ucapan Jae Yeon terhenti saat melihat Taecyeon baru keluar dari
kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang menutupi sebatas pinggang hingga
lutut
“menikmati
ketampananku nyonya?” dengan senyum jailnya Taecyeon mendekati Jae Yeon yang
sudah memerah
“ehmm..
makan malam sudah siap. Aku dibawah” Jae Yeon segera pergi dengan menahan malu
‘bodoh.. bodoh.. bodoh kau Jae Yeon.. bagaimana bisa kau terpesona hanya
melihat dada bidang namja itu?’ omel Jae Yeon
Makan
malam berlangsung dengan hening.. Jae Yeon masih menundukan kepalanya serius
menikmati makan malamnya. Bukan, sebenarnya dia lagi sibuk menenangkan detak
jantungnya yang terkadang berulah.
ooOOOoo
“oppa..”
suara Yoona mengintrupsi kegiatan Taecyeon dikantornya
“oh..
chagi.. ada apa?” tanya Taecyeon sambil membingbin Yoona kepangkuannya
“kau
berubah.. 1 minggu ini kau susah dihubungi oppa.. bogoshipo” manja Yoona
“mian
chagi.. aku sedang sibuk” balas Taecyeon dengan menyentuh lembut pipi mulus
yeoja itu. Sedetik kemudian bibir mereka bertemu
“bogoshipo”
suara serak Taecyeon setelah melepaskan tautan bibir mereka
“makan
siang?” tawar Yoona
“oppa…”
“ne?
oh ne kaja” Taecyeon segerah berdiri sebelum Yoona bertanya hal yang aneh.
Sebenarnya dia berat meninggalkan kantornya. Entahlah
“oppa..
aku akan ke jepang besok” ujar Yoona hati-hati setelah merka memesan makan
siang di café dekat kantor Taecyeon
“kenapa
baru bilang” Taecyeon dengan nada tinggi “eonjekaji?” tanyanya lagi dengan nada
kesal
“mianhae..
1 bulan”
“oppa,,
ini demi karirku Jaebal” rengek Yoona, karna dia tau namja didepannya itu tidak
suka ditinggal terlalu lama
“bahkan
aku bisa menghidupimu sampe kau tua nanti. Berhentilah dan kita menikah” ulang
Taecyeon dan hanya bisa dijawab senyuman manis oleh yeoja didepannya
“ini
bukan soal uang oppa.. aku ingin menggapai mimpiku terlebih dahulu.. 6 bulan,
beri aku 6 bulan lagi. Dan kita akan menikah” Taecyeon tersenyum senang
mendengar janji kekasihnya itu
“arraso..
sekarang makanlah. Aku tidak ingin kau semakin kurus” suara Taecyeon lembut.
mereka
makan dengan diselingi obrolan-obrolan yang menarik. Setelah makan siang
selasai Taecyeon tidak langsung balik ke perusahannya tetapi dia memutuskan
untuk menghabiskan harinya dengan sang kekasih. Sudah lama dia tidak merasakan
kehangatan kekasihnya itu
ooo0000oo
malam
semakin larut.. tapi Jae Yeon menunggu dengan sabar kedatangan suaminya,
sesekali mulut mungilnya menguap. Ini sudah jam 10 malam dan Taecyeon tidak
biasanya pulang selarut itu,, yah untuk 1minggu terakhir ini.
Pip
Bunyi
pintu apartemen mewah itu terbuka
#Taecyeon
‘Sial..
aku selalu lupa waktu jika dengan yoona. Jae Yeon mianhae’ sesalku saat melihat
wajah lelahnya. Kugendong Jae Yeon menuju kamarku. Entahlah aku ingin tidur
dengannya saat ini.
Cantik.
Batinku setelah meletakan Jae yeon diatas kasarku
Jae
Yeon semakin cantik saat kutatap dari atas sini. Sial aku penasaran dengan
bibir mungilnya itu. Saat pernikahan kita dulu aku hanya mengecup pipinya dan
itu rasanya sangat hangat. Entah setan apa yang sedang merasuki pikiranku
perlahan ku dekatkan bibirku pada bibir mungilnya. Kenyal, lembut, dan hangat
saat bibirku menyentuhnya. Aku ingin lebih batinku bersorak tak terima setelah
kulepaskan persatuan bibirku. Lama kupandangi yeoja dibawahku ini dan akhirnya
aku kalah. Kekecup lagi bibir mungilnya, manis dan semakin manis saat ku kelum
bibir itu. Sial aku menginginkannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar