Kamis, 30 Juni 2016

I’ll Be Ok (Part 2)







Cast : Ok Taecyeon, Cho Jae Yeon, Im Yoona, Nichkhun, Kim Min Jun
Genre : Romance, Sad, Marriage Life
1 bulan berlalu setelah kejadian itu. Tidak ada yang berubah, Jae Yeon masih berperan menjadi istri yang baik. Membersihkan rumah, memasak, menyiapkan pakaian suaminya, bahkan setiap jam makan siang bekal makan siang selalu tersaji dimeja kantor Taecyeon. Dan Taecyeonpun tidak berubah, selalu bertemu dan bercumbu dengan pacarnya dimanapun. Bukan dikantor atau diapartemen mewahnya. Entahlah
 Itu menurut Jae Yeon. Bukan menurut Taecyeon, baginya semua berubah bahkan lebih buruk dari hari pertama pernikahannya dengan Jae Yeon. Memang Jae Yeon masih menyiapkan segala kebutuhannya tapi tanpa senyuman dan mata indahnya lagi. Dan itu rasanya aneh bagi Taecyeon.
“aku ingin bicara denganmu”
“cangkaman.. aku membersihkan meja makan dulu” langkah Jae Yeon terhenti saat tangan kekar Taecyeon menggenggam erat lengannya
“hufffttt… ok kita bicara” Jae Yeon mengikuti langkah Taecyeon kea rah balkon apartemennya

#Jae Yeon
‘Sebenarnya dia mau bicara apa? Sudah 10 menit kita berdiri disini dan dia belum bicara sepatah katapun.. huufftt oke aku sudah tak tahan lagi. Aku pergi’ kulangkahkan kakiku untuk masuk kedalam apartemen lagi
“kau berubah” kuhentikan langkahku saat dia mengucapkan kalimat itu
“berubah?” aku membeo dengan kening yang berkerut bingung
“yah.. kau lebih suka diam, menurut, dan melamun” kerutan dikeningku semakin dalam mendengar kata-katanya.
“maukah kau memperbaiki semuanya? Pernikahan kita?” deg jantungku berhenti sesaat. Ada apa ini? Batinku bermonolog
“bukankah pernikahan kita baik-baik saja? Apa aku salah lagi?” tanyaku
“yah.. pernikahan kita baik tapi penuh dengan kebohongan”
“…” aku bingung harus menjawab seperti apa
“maukah kau memperbaiki semuanya?” tanyanya lagi
“apa kau mencintaiku?” entahlah kenapa aku tiba-tiba bertanya seperti itu.. lihat bahkan dia tak bisa menjawab pertanyaanku. Hai.. rasanya omongkosong memperbaiki tanpa ikatan
“sudahlah.. lupakan, biarlah seperti ini. Kita akan berpisah saat yeojachingumu itu sudah mau menikah” yah.. mungkin itu kepetusan yang tepat. Bagaimanapun aku akan berakhir seperti sampah tuan.
“setidaknya kita bisa berteman” bukan ide yang buruk kurasa,, tapi aku takut
“bagaimana?” tanyanya lagi dengan mata yang berbinar indah. Hai Jae Yeon perhatikan matamu omelku dalam hati
“oke..” sambil berlalu dari hadapannya.


1 minggu berlalu dan kehidupan diapartemen mewah itu semakin terasa. Teriakan, tawa bahkan terkadang makinan terdengar dipenjuru apartemen ini. Siapa lagi kalau bukan ulah Taecyeon yang membuat emosi Jae Yeon meningkat. Seperti sekarang
“sialan kau Taecyeon ! aku sudah membersihkannya dank au mengotori lagi” maki Jae Yeon saat melihat ruang televise penuh dengan kulit kacang yang Taecyeon makan
“mian. Nanti aku bersihkan” balas Taecyeon sekenanya karna dia masih memfokuskan matanya layar lebar didepannya
“aissshhh” sungut Jae Yeon dan berlalu meninggalkannya

Hari semakin petang, Jae Yeon keluar dari kamarnya setelah membersihkan diri. Yah dia tertidur setelah mengomeli Taecyeon. ‘Tumben sekali manusia itu ada diapartemen disaat hari libur’ heran Jae Yeon dalam hati
“huftt.. lihatlah kelakuanmu tuan. Kau bilang akan membersihkan kulit-kulit sialan ini? Dan kau tertidur dengan nyenyaknya? Ckckck” sungut Jae Yeon sambil membersihkan kulit kacang yang berserakan

#Taecyeon
‘ahh.. sudah sore ternyata..  ini tidur siangku pertama kalinya setelah sekian lama aku tak tidur siang.. rasanya nyaman sekali’ aku masih bermalas-malasan diatas sofa
“huftt.. lihatlah kelakuanmu tuan. Kau bilang akan membersihkan kulit-kulit sialan ini? Dan kau tertidur dengan nyenyaknya? Ckckck” ‘oh astaga aku lupa’ seketika aku membuka mataku saat sadar akan ucapan Jae Yeon
‘dia lucu sekali saat bibir mungilnya itu mengeluarkan sumpah serapahnya’ aku masih betah memandangi wajahnya. Entahlah sejak kapan aku suka memandangi wajah mungil Jae Yeon
“berhentilah mengomel” kataku
“ommo.. yak kau mengejuttkanku tuang !” sungutnya sesaat setalah sadar dari keterkejutannya
Hahahhaahha tawaku meledak melihatnya terjengkit hinggah terjatuh dengan mata yang nyaris keluar
“yak.. berhenti tertawa bodoh” ucapnya lagi sambil berlalu meninggalkanku dengan muka memerah menahan malu

00ooo00
“Taecyeon makan ma..” ucapan Jae Yeon terhenti saat melihat Taecyeon baru keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang menutupi sebatas pinggang hingga lutut
“menikmati ketampananku nyonya?” dengan senyum jailnya Taecyeon mendekati Jae Yeon yang sudah memerah
“ehmm.. makan malam sudah siap. Aku dibawah” Jae Yeon segera pergi dengan menahan malu ‘bodoh.. bodoh.. bodoh kau Jae Yeon.. bagaimana bisa kau terpesona hanya melihat dada bidang namja itu?’ omel Jae Yeon

Makan malam berlangsung dengan hening.. Jae Yeon masih menundukan kepalanya serius menikmati makan malamnya. Bukan, sebenarnya dia lagi sibuk menenangkan detak jantungnya yang terkadang berulah.


ooOOOoo
“oppa..” suara Yoona mengintrupsi kegiatan Taecyeon dikantornya
“oh.. chagi.. ada apa?” tanya Taecyeon sambil membingbin Yoona kepangkuannya
“kau berubah.. 1 minggu ini kau susah dihubungi oppa.. bogoshipo” manja Yoona
“mian chagi.. aku sedang sibuk” balas Taecyeon dengan menyentuh lembut pipi mulus yeoja itu. Sedetik kemudian bibir mereka bertemu
“bogoshipo” suara serak Taecyeon setelah melepaskan tautan bibir mereka
“makan siang?” tawar Yoona
“oppa…”
“ne? oh ne kaja” Taecyeon segerah berdiri sebelum Yoona bertanya hal yang aneh. Sebenarnya dia berat meninggalkan kantornya. Entahlah

“oppa.. aku akan ke jepang besok” ujar Yoona hati-hati setelah merka memesan makan siang di café dekat kantor Taecyeon
“kenapa baru bilang” Taecyeon dengan nada tinggi “eonjekaji?” tanyanya lagi dengan nada kesal
“mianhae.. 1 bulan”
“oppa,, ini demi karirku Jaebal” rengek Yoona, karna dia tau namja didepannya itu tidak suka ditinggal terlalu lama
“bahkan aku bisa menghidupimu sampe kau tua nanti. Berhentilah dan kita menikah” ulang Taecyeon dan hanya bisa dijawab senyuman manis oleh yeoja didepannya
“ini bukan soal uang oppa.. aku ingin menggapai mimpiku terlebih dahulu.. 6 bulan, beri aku 6 bulan lagi. Dan kita akan menikah” Taecyeon tersenyum senang mendengar janji kekasihnya itu
“arraso.. sekarang makanlah. Aku tidak ingin kau semakin kurus” suara Taecyeon lembut.
mereka makan dengan diselingi obrolan-obrolan yang menarik. Setelah makan siang selasai Taecyeon tidak langsung balik ke perusahannya tetapi dia memutuskan untuk menghabiskan harinya dengan sang kekasih. Sudah lama dia tidak merasakan kehangatan kekasihnya itu

ooo0000oo
malam semakin larut.. tapi Jae Yeon menunggu dengan sabar kedatangan suaminya, sesekali mulut mungilnya menguap. Ini sudah jam 10 malam dan Taecyeon tidak biasanya pulang selarut itu,, yah untuk 1minggu terakhir ini.
Pip
Bunyi pintu apartemen mewah itu terbuka
#Taecyeon
‘Sial.. aku selalu lupa waktu jika dengan yoona. Jae Yeon mianhae’ sesalku saat melihat wajah lelahnya. Kugendong Jae Yeon menuju kamarku. Entahlah aku ingin tidur dengannya saat ini.
Cantik. Batinku setelah meletakan Jae yeon diatas kasarku
Jae Yeon semakin cantik saat kutatap dari atas sini. Sial aku penasaran dengan bibir mungilnya itu. Saat pernikahan kita dulu aku hanya mengecup pipinya dan itu rasanya sangat hangat. Entah setan apa yang sedang merasuki pikiranku perlahan ku dekatkan bibirku pada bibir mungilnya. Kenyal, lembut, dan hangat saat bibirku menyentuhnya. Aku ingin lebih batinku bersorak tak terima setelah kulepaskan persatuan bibirku. Lama kupandangi yeoja dibawahku ini dan akhirnya aku kalah. Kekecup lagi bibir mungilnya, manis dan semakin manis saat ku kelum bibir itu. Sial aku menginginkannya.

Tidak ada komentar: