Cast
: Ok Taecyeon, Cho Jae Yeon, Im Yoona, Nichkhun, Kim Min Jun
Genre
: Romance, Sad, Marriage Life
“Aku
mohon, lihatlah aku disini” – Cho Jae Yeon
“Jangan
pergi, Aku mohon maafkan aku” – Ok Taecyeon
“Lupakan,
disini aku untukmu” – Nichkhun
000oooo000
Tidur
Jae Yeon terusik saat gadis itu merasakan sentuhan hangat dibibirnya. Perlahan
Jae Yeon membuka matanya dan matanya semakin membulat saat mata indah Jae Yeon
bertemu dengan mata tajam Taecyeon. Tautan bibir mereka lepas, diam. Meraka
saling diam dengan sorot mata yang seling bertautan, seolah merka sedang
berbicara melalui mata mereka. Perlahan Taecyeon memiringkan lagi wajahnya
untuk mengecup lagi bibir menis Jae Yeon dan diikuti dengan menutupnya mata
indah Jae Yeon. Ciuman yang awalnya hanya lumatan-lumatan kecil semakin lama
semakin dalam dan menuntut. Hingga saat yang seharusnya terjadi dimalam pertama
mereka terjadi
Sinar
matahari merangsek masuk melalui celah-celah hordeng kamar diapartemen mewah hingga mengusik tidur nyenyak sepasar insan dengan selembar selimut
tipus menutupi tubuh polos mereka.
“eumm..”
lengkuh Jae Yeon saat tidurnya terusik oleh tangan kekar yang semakin mendekap
erat pinggangnya
“hentikan
suaran lengkuhanmu itu baby sebelum kau lemas diranjang kita seharian” suara
serak Taecyeon berhasil membuat Jae Yeon membeku. Yah dia ingat kejadian malam
tadi, bagaimana hangat dan kokohnya suaminya itu
blusss
tanpa pemirsi pipinya
memanas
“berhentilah
mengeluarkan semburan merah itu.. aku ingin memakanmu lagi” lagi. Taecyeon
membuat Jae Yeon semakin memerah. Apalagi posisinya saat itu dibawah kukungan
Taecyeon
“kkaa..u
ha..rus mandi.. yah mandi. Sudah siang” gugup Jae Yeon sambil berusaha
menyingkirkan Taecyeon dihadapannya
Cup
“morning
kiss” ujar Taecyeon sambil berlalu kearah kamar mandi.. hufftt apa yang telah
kau lakukan Jae Yeon? Tanya Jae Yeon dalam hati sambil memungut kaos kebesaran
Taecyeon
“kau
sangat cantik menggunakan bajuku itu” ujar Taecyeon dengan meletakan kepalanya
dicekungan leher Jae Yeon sambil mendekap erat tubuh mungil yeoja yang tengan
membuat kopi paginya
“berhentilah..
sudah siang. Cepatlah pergi” Jae Yeon mendorong Taecyeon dan berlalu pergi
dengan muka yang memanas
@Tae
Grup
“ada
apa dengan CEO Tae Grup ini? Aku rasa dia sudah gila” suara bass seseorang
mengintrupsi lamunan Taecyeon
“oh..
hyung.. sejak kapan kalian disini?” tanya Taecyeon mencoba mengalihkan
perhatian sahabatnnya itu
“semenjang
kau terkekeh, tersenyum, bahkan mengumpat beberapa saat lalu” balas namja yang
mempunyai alis tebal itu.
“aku
rasa CEO Tae Grup sudah mulai mencintai istrinya” lanjut Kim Min Jun atasa
ucapan namja yang mempunyai alis tebal itu.
“yak..
kalian bicara apa? Tidak masuk akal. Aku hanya mencintai Im Yoona” balas
Taecyeon dengan menekan kata Im Yoona~yeojachingunya.
“ya.
Terserah kau saja. Keunde.. ajaklah istrimu itu keacara pembukaan hotel baru kita minggu depan” Nickhun~namja
yang mempunyai alis yang tebal itu dengan menekan kata ‘istri’.
“benar.
Kau tega sekali, kita berteman sejak lama dan kau menikah tidak bilang pada
kita! Bahkan kau menyembunyikan istrimu dari kita. Kokcongma kita tak akan
mengambilnya darimu” sungut Min Jun saat mengingat ulah sahabatnya itu yang beberapa
hari lalu memberi tahu mereka bahwa dia sudah menikah hamper 3 bulan.
“aku
usahakan..” jawab Taecyeon sekenanya
“ada
apa kalian kesini?” tanyanya lagi
“ahh matta.. kami lupa.. kami kesini ingin membicarakan proyek pembangunan hotel
baru yang di Jeju” Nichkhun mengingat tujuan awal mereka kesini
Mereka
larut dalam obrolan-obrolan yang semakin serius terkadang diiringi dengan
selingan canda khas namja. Hingga ketukan pintu mengintrupsi kegiatan mereka
“oh,..
mianhaeyo.. saya kira tidak ada tamu” ujar Jae Yeon~yang mengetuk pintu ruangan
Taecyeon
“Jae
Yeon-ah” Taecyeon yang mendengar Nichkhun memanggil nama istrinya itu menatap
dengan alis yang terangkat
“oppa..
Nichkhun oppa?” tanya Jae Yeo memastikan penglihatannya sesaat setelah dia
mendongakkan wajahnya
“bagaimana
kalian bisa saling mengenal” Tanya Min Jun mewakili pertanyaan Taecyeon yang
ada dipikirannya.
Bukannya menjawab pertanyaan Min Jun Nichkhun malah semakin
merangsek maju kearah Jae Yeon dan mendekap erat sang yeoja. Min Jun yang
melihat adegan itu hanya melebarkan matanya pasalnya Nichkhun bukan orang yang
mudah berdekatan dengan seorang yeoja. Lain halnya dengan Taecyeon yang menatap
lurus pemandangan didepan dengan tangan yang terkepal
“ehm”
Taecyeon berdahem keras membuat pelukan mereka terpisah
“oh..
aku kesini tidak bawa makan siang Taecyeon-ah. Mianhae aku lupa ke supermarket.” Jae Yeon
menjelaskan alasannya kesini
“oh
kalau begitu kita makan siang bersama. Lagipula ini sudah waktunya makan siang”
ide Nichkhun
“kaja”
ajak Min Jun yang diikuti Taecyeon dengan diam
“ayo
pergi. Sudah lama aku tak makan bersamamu” ujar Nichkhun sambil menggandeng Jae
Yeon keluar ruangannya
Disinilah
mereka, disebuah café duduk beriringan. Saat seorang pelayan menyodorkan buku
menu mereka dengan cekatan Nichkhun mengambilnya. Setelah Min Jun dan Taecyeon
menyebutkan pesanan mereka Nichkhun langsung berujar
“aku
pesan bibimbap 2 dengan jus jeruk 2”
“kau
masi mengingatnya oppa?” balas Jae Yeon dengan mata yang berbinar setelah
pelayan tersebut pergi
“selalu”
kata Nichkhun dengan tersenyum manis pada yeoja disampingnya itu
#Taecyeon
Sebenarnya
hubungan antara mereka itu apa? Nichkhun hyung semenjak melihat Jae Yeon
diruanganku selalu mencuri pandang padanya. Dan aku tidak suka itu
Pelayan
datang membuyarkan lamunanku. Setelah aku selesai memesan pesananku aku melihat
Jae Yeon menayakan lewat mataku dia ingin makan apa.
“aku
pesan bibimbap 2 dengan jus jeruk 2” aku menatap tajam Nichkhun hyung yang
menyela Jae Yeon dan tatapanku semakin menajam saat mendengar ucapan Jae Yeon
“kau
masi mengingatnya oppa?” ‘aku tidak suka kau memperlihatkan mata indahmu itu
pada namja lain OK Jae Yeon’ aku menekan kata ‘OK’ dalam hatiku, aku tidak suka
saat orang lain mengetahui sesuatu tentangmu bahkan aku tidak mengetahuinya.
sungguh aku tidak suka. Dan aku semakin tidak suka saat Nichkhun mengucapkan
kata ‘selalu’ cih.. bereka seperti sepasang kekasih ingat Ok Jae Yeon kau sudah
bersuami. Aku merutuki semua sikap istriku itu, tanpa kusadari tanganku semakin
mengepal erat dibawah meja
“ok
cukup. Aku sudah penasaran dengan kalian” Min Jun hyung bersuara “sebenarnya
hubungan apa yang kalian punya” tanya Min Jun hyung lagi. Jae Yeon tidak
langsung menjawab karena pesanan makanan kita sudah datang.
“kita
hanya teman emm”
“Kim
Min Jun” seolah mengerti kebingungan Jae Yeon harus memanggil Min Jun hyung
siapa. Bagaimana dia tahu namamu hyung, dia terlalu sibuk dengan pacarnya.
Asumsiku dalam hati
“ahh..
aku rasa aku bisa memanggilmu oppa bagaimana Kim Min Jun-ssi?” dibalas anggukan
semangat oleh Min Jun hyung
“
jadi ceritakan” intrupsi Min Jun hyung lagi
“kami
teman semasa menengah atas dulu. Nichkhun oppa seumbe ku dulu” cerita Jae Yeon
dengan senyum yang mengembang. Cantik
“cantik”
celetuk Nichkhun hyung membuatku menajamkan lagi pandanganku. Sialan kau hyung
!
“oh.?”
Bingung Min Jun hyung dengan ucapan Nichkhun hyng. Kau tidak lihat hyung bahkan
pandangan dia tidak lepas dari istriku. Aku masih bersungut-sungut kesal melihat
kelakuan Nichkhun hyung
“oh..
emm.. yah dulu dia heombe ku” jawab Nichkhun hyung dengan nada sedikit gugup
mungkin karena kata-kata dia tadi
“dan
dia mantan pacarku”
Uhukuhukuhuk
aku
tersedak makanan yang ku makan dan Jae Yeon menyodorkan minum ke arahku sambil
menepuk pelan punggungku
“mantan
pacar?” Min Jun hyung kaget
“gwenchana?”
tanya Jae yeon dengan wajah khawatir padaku
“ne”
balasku setelah aku bisa menormalkan dari keterjekutanku
“ne..
kami pacaran 2tahun dan putus karena aku harus keamerika untuk melanjutkan
studiku” kenang Nichkhun hyung sambil menatap Jae Yeon seperti meminta ijin.
Sialan jadi mereka sepasang kekasih
“dan
sampe saat ini aku masih mencintainya”
“dia
istriku !” emosiku tidak terbendung saat mendengar kalimat yang menyakitkan
itu. Tanpa pikir panjang aku menarik Jae Yeon keluar
#Jae
Yeon
“ne..
kami pacaran 2tahun dan kami mengakhiri hubungan karena aku harus keamerika
untuk melanjutkan studiku” Nichkhun oppa menatapku dengan tatapan teduhnya~aku
selalu suka tatapan itu
“dan
sampe saat ini aku masih mencintainya” aku membulatkan mataku mendengar ucapan
Nickhun oppa. Dan aku rasa seseorang menarikku keluar dari café ntah siapa kau
masih terkejut. Seandainya kau datang 3 bulan yang lalu mungkin cerita kita
bisa berlanjut oppa
“masuk”
aku baru sadar Taecyeon yang menarikku dengan air muka yang emm.. menyeramkan.
Bahkan lebih menyeramkan saat aku mengganggu kenikmatannya denga yeojachingunya
Taecyeon
mengendarai mobil audi miliknya dengan kecepatan penuh. Dan itu membuatku takut
tapi aku tak berani menyarakan rasa takutku. Kau lebih takut dengan aura yang
dia keluarkan.
Ciiiittttt
Mobil
mewahnya berhenti dan menarikku keluar. Aku susah payah mengikuti langkah
lebarnya memasuki apartemen mewah milikmnya.
Blam
duk
“akkhh…”
aku menjerit tertahan saat dengan kuatnya dia menutup pintu apaertemen dan
menghempaskan aku didinding. Tanpa memperdulikan teriakanku dia langsung
mencium bibirku dengan kasar.. aku mendorong pelan tubuhnya karena pasokan
oksigenku hampir habis. Bukannya dia melepaskanku tapi dia beralih menciumi
leherku
Tuhan..
apakah berakhir seperti kemarin? Aku menyerah. Nafsuku membimbingku mengikuti
permainan kasarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar