Sabtu, 02 Juli 2016

I’ll Be Ok (Part 3)






Cast : Ok Taecyeon, Cho Jae Yeon, Im Yoona, Nichkhun, Kim Min Jun
Genre : Romance, Sad, Marriage Life



“Aku mohon, lihatlah aku disini” – Cho Jae Yeon
“Jangan pergi, Aku mohon maafkan aku” – Ok Taecyeon
“Lupakan, disini aku untukmu” – Nichkhun



000oooo000
Tidur Jae Yeon terusik saat gadis itu merasakan sentuhan hangat dibibirnya. Perlahan Jae Yeon membuka matanya dan matanya semakin membulat saat mata indah Jae Yeon bertemu dengan mata tajam Taecyeon. Tautan bibir mereka lepas, diam. Meraka saling diam dengan sorot mata yang seling bertautan, seolah merka sedang berbicara melalui mata mereka. Perlahan Taecyeon memiringkan lagi wajahnya untuk mengecup lagi bibir menis Jae Yeon dan diikuti dengan menutupnya mata indah Jae Yeon. Ciuman yang awalnya hanya lumatan-lumatan kecil semakin lama semakin dalam dan menuntut. Hingga saat yang seharusnya terjadi dimalam pertama mereka terjadi

Sinar matahari merangsek masuk melalui celah-celah hordeng kamar diapartemen mewah hingga mengusik tidur nyenyak sepasar insan dengan selembar selimut tipus menutupi tubuh polos mereka.
“eumm..” lengkuh Jae Yeon saat tidurnya terusik oleh tangan kekar yang semakin mendekap erat pinggangnya
“hentikan suaran lengkuhanmu itu baby sebelum kau lemas diranjang kita seharian” suara serak Taecyeon berhasil membuat Jae Yeon membeku. Yah dia ingat kejadian malam tadi, bagaimana hangat dan kokohnya suaminya itu

blusss

tanpa pemirsi pipinya memanas
“berhentilah mengeluarkan semburan merah itu.. aku ingin memakanmu lagi” lagi. Taecyeon membuat Jae Yeon semakin memerah. Apalagi posisinya saat itu dibawah kukungan Taecyeon
“kkaa..u ha..rus mandi.. yah mandi. Sudah siang” gugup Jae Yeon sambil berusaha menyingkirkan Taecyeon dihadapannya
Cup
“morning kiss” ujar Taecyeon sambil berlalu kearah kamar mandi.. hufftt apa yang telah kau lakukan Jae Yeon? Tanya Jae Yeon dalam hati sambil memungut kaos kebesaran Taecyeon

“kau sangat cantik menggunakan bajuku itu” ujar Taecyeon dengan meletakan kepalanya dicekungan leher Jae Yeon sambil mendekap erat tubuh mungil yeoja yang tengan membuat kopi paginya
“berhentilah.. sudah siang. Cepatlah pergi” Jae Yeon mendorong Taecyeon dan berlalu pergi dengan muka yang memanas

@Tae Grup
“ada apa dengan CEO Tae Grup ini? Aku rasa dia sudah gila” suara bass seseorang mengintrupsi lamunan Taecyeon
“oh.. hyung.. sejak kapan kalian disini?” tanya Taecyeon mencoba mengalihkan perhatian sahabatnnya itu
“semenjang kau terkekeh, tersenyum, bahkan mengumpat beberapa saat lalu” balas namja yang mempunyai alis tebal itu.
“aku rasa CEO Tae Grup sudah mulai mencintai istrinya” lanjut Kim Min Jun atasa ucapan namja yang mempunyai alis tebal itu.
“yak.. kalian bicara apa? Tidak masuk akal. Aku hanya mencintai Im Yoona” balas Taecyeon dengan menekan kata Im Yoona~yeojachingunya.
“ya. Terserah kau saja. Keunde.. ajaklah istrimu itu keacara pembukaan hotel baru kita minggu depan” Nickhun~namja yang mempunyai alis yang tebal itu dengan menekan kata ‘istri’.
“benar. Kau tega sekali, kita berteman sejak lama dan kau menikah tidak bilang pada kita! Bahkan kau menyembunyikan istrimu dari kita. Kokcongma kita tak akan mengambilnya darimu” sungut Min Jun saat mengingat ulah sahabatnya itu yang beberapa hari lalu memberi tahu mereka bahwa dia sudah menikah hamper 3 bulan.
“aku usahakan..” jawab Taecyeon sekenanya
“ada apa kalian kesini?” tanyanya lagi
“ahh matta.. kami lupa.. kami kesini ingin membicarakan proyek pembangunan hotel baru yang di Jeju” Nichkhun mengingat tujuan awal mereka kesini
Mereka larut dalam obrolan-obrolan yang semakin serius terkadang diiringi dengan selingan canda khas namja. Hingga ketukan pintu mengintrupsi kegiatan mereka
“oh,.. mianhaeyo.. saya kira tidak ada tamu” ujar Jae Yeon~yang mengetuk pintu ruangan Taecyeon
“Jae Yeon-ah” Taecyeon yang mendengar Nichkhun memanggil nama istrinya itu menatap dengan alis yang terangkat
“oppa.. Nichkhun oppa?” tanya Jae Yeo memastikan penglihatannya sesaat setelah dia mendongakkan wajahnya
“bagaimana kalian bisa saling mengenal” Tanya Min Jun mewakili pertanyaan Taecyeon yang ada dipikirannya.
Bukannya menjawab pertanyaan Min Jun Nichkhun malah semakin merangsek maju kearah Jae Yeon dan mendekap erat sang yeoja. Min Jun yang melihat adegan itu hanya melebarkan matanya pasalnya Nichkhun bukan orang yang mudah berdekatan dengan seorang yeoja. Lain halnya dengan Taecyeon yang menatap lurus pemandangan didepan dengan tangan yang terkepal
“ehm” Taecyeon berdahem keras membuat pelukan mereka terpisah
“oh.. aku kesini tidak bawa makan siang Taecyeon-ah. Mianhae aku lupa ke supermarket.” Jae Yeon menjelaskan alasannya kesini
“oh kalau begitu kita makan siang bersama. Lagipula ini sudah waktunya makan siang” ide Nichkhun
“kaja” ajak Min Jun yang diikuti Taecyeon dengan diam
“ayo pergi. Sudah lama aku tak makan bersamamu” ujar Nichkhun sambil menggandeng Jae Yeon keluar ruangannya

Disinilah mereka, disebuah café duduk beriringan. Saat seorang pelayan menyodorkan buku menu mereka dengan cekatan Nichkhun mengambilnya. Setelah Min Jun dan Taecyeon menyebutkan pesanan mereka Nichkhun langsung berujar
“aku pesan bibimbap 2 dengan jus jeruk 2”
“kau masi mengingatnya oppa?” balas Jae Yeon dengan mata yang berbinar setelah pelayan tersebut pergi
“selalu” kata Nichkhun dengan tersenyum manis pada yeoja disampingnya itu

#Taecyeon
Sebenarnya hubungan antara mereka itu apa? Nichkhun hyung semenjak melihat Jae Yeon diruanganku selalu mencuri pandang padanya. Dan aku tidak suka itu
Pelayan datang membuyarkan lamunanku. Setelah aku selesai memesan pesananku aku melihat Jae Yeon menayakan lewat mataku dia ingin makan apa.
“aku pesan bibimbap 2 dengan jus jeruk 2” aku menatap tajam Nichkhun hyung yang menyela Jae Yeon dan tatapanku semakin menajam saat mendengar ucapan Jae Yeon
“kau masi mengingatnya oppa?” ‘aku tidak suka kau memperlihatkan mata indahmu itu pada namja lain OK Jae Yeon’ aku menekan kata ‘OK’ dalam hatiku, aku tidak suka saat orang lain mengetahui sesuatu tentangmu bahkan aku tidak mengetahuinya. sungguh aku tidak suka. Dan aku semakin tidak suka saat Nichkhun mengucapkan kata ‘selalu’ cih.. bereka seperti sepasang kekasih ingat Ok Jae Yeon kau sudah bersuami. Aku merutuki semua sikap istriku itu, tanpa kusadari tanganku semakin mengepal erat dibawah meja
“ok cukup. Aku sudah penasaran dengan kalian” Min Jun hyung bersuara “sebenarnya hubungan apa yang kalian punya” tanya Min Jun hyung lagi. Jae Yeon tidak langsung menjawab karena pesanan makanan kita sudah datang.
“kita hanya teman emm”
“Kim Min Jun” seolah mengerti kebingungan Jae Yeon harus memanggil Min Jun hyung siapa. Bagaimana dia tahu namamu hyung, dia terlalu sibuk dengan pacarnya. Asumsiku dalam hati
“ahh.. aku rasa aku bisa memanggilmu oppa bagaimana Kim Min Jun-ssi?” dibalas anggukan semangat oleh Min Jun hyung
“ jadi ceritakan” intrupsi Min Jun hyung lagi
“kami teman semasa menengah atas dulu. Nichkhun oppa seumbe ku dulu” cerita Jae Yeon dengan senyum yang mengembang. Cantik
“cantik” celetuk Nichkhun hyung membuatku menajamkan lagi pandanganku. Sialan kau hyung !
“oh.?” Bingung Min Jun hyung dengan ucapan Nichkhun hyng. Kau tidak lihat hyung bahkan pandangan dia tidak lepas dari istriku. Aku masih bersungut-sungut kesal melihat kelakuan Nichkhun hyung
“oh.. emm.. yah dulu dia heombe ku” jawab Nichkhun hyung dengan nada sedikit gugup mungkin karena kata-kata dia tadi
“dan dia mantan pacarku”
Uhukuhukuhuk
aku tersedak makanan yang ku makan dan Jae Yeon menyodorkan minum ke arahku sambil menepuk pelan punggungku
“mantan pacar?” Min Jun hyung kaget
“gwenchana?” tanya Jae yeon dengan wajah khawatir padaku
“ne” balasku setelah aku bisa menormalkan dari keterjekutanku
“ne.. kami pacaran 2tahun dan putus karena aku harus keamerika untuk melanjutkan studiku” kenang Nichkhun hyung sambil menatap Jae Yeon seperti meminta ijin. Sialan jadi mereka sepasang kekasih
“dan sampe saat ini aku masih mencintainya”
“dia istriku !” emosiku tidak terbendung saat mendengar kalimat yang menyakitkan itu. Tanpa pikir panjang aku menarik Jae Yeon keluar

#Jae Yeon
“ne.. kami pacaran 2tahun dan kami mengakhiri hubungan karena aku harus keamerika untuk melanjutkan studiku” Nichkhun oppa menatapku dengan tatapan teduhnya~aku selalu suka tatapan itu
“dan sampe saat ini aku masih mencintainya” aku membulatkan mataku mendengar ucapan Nickhun oppa. Dan aku rasa seseorang menarikku keluar dari café ntah siapa kau masih terkejut. Seandainya kau datang 3 bulan yang lalu mungkin cerita kita bisa berlanjut oppa
“masuk” aku baru sadar Taecyeon yang menarikku dengan air muka yang emm.. menyeramkan. Bahkan lebih menyeramkan saat aku mengganggu kenikmatannya denga yeojachingunya

Taecyeon mengendarai mobil audi miliknya dengan kecepatan penuh. Dan itu membuatku takut tapi aku tak berani menyarakan rasa takutku. Kau lebih takut dengan aura yang dia keluarkan.
Ciiiittttt
Mobil mewahnya berhenti dan menarikku keluar. Aku susah payah mengikuti langkah lebarnya memasuki apartemen mewah milikmnya.
Blam   
duk
“akkhh…” aku menjerit tertahan saat dengan kuatnya dia menutup pintu apaertemen dan menghempaskan aku didinding. Tanpa memperdulikan teriakanku dia langsung mencium bibirku dengan kasar.. aku mendorong pelan tubuhnya karena pasokan oksigenku hampir habis. Bukannya dia melepaskanku tapi dia beralih menciumi leherku
Tuhan.. apakah berakhir seperti kemarin? Aku menyerah. Nafsuku membimbingku mengikuti permainan kasarnya.

  TBC

Tidak ada komentar: